Theatre of Tragedy - A Hamlet For A Slothful

«Behold a jocund morn indeed! -
Sun on high - birds in sky
Yonder the whist firth eathing
Fro where a gale erranteth.»

«Ye beholdest but the shadow
Mayhap a tithe of trothplight - I deem -
E'er and anon!»

«That is a lie!
Lief I am not!
My words are but a twist

’Tis a feignéd lie through loathing, I say!
A dotard gaffer, I daresay...
...a sapling not!»

«To and fro, save hither, is thy love
Not a loth, but vying for my kinsmen

Beautiful tyrant! Fiend angelical!
Dove-featheréd raven! Wolvish-ravening lamb!
A hamlet for a slothful vassal -
Soothing ale for a parched sot
Hie to tell me what ye judgest as naught;
I behold the shadow!»


«Wherefore call me such names;
Nay imp am I!
Thou art my aghast hart -
Grassing in the glade.»

«E'er thou sayest aye!
Thief of a plot!
Now go to thy tryst!
Go, leave, totter! -
Until ye dwindlest
A morsel, nay more
For thy journey
Hither and thither!»

«That is a lie!
Lief I am not!
My words are but a twist
Fare well! - with joy I came
With rue I leave
Even the orb cannot
Help me melt the ice?!
Cannot help me melt the ice?!
Cannot help me melt the ice?!»
hither and thither!


Theatre of Tragedy - A Hamlet For A Slothful Vassal

Share:

Theatre of Tragedy – Lament of the perishing roses

;



where’er thou walkest, thou strewest roses – th-rnless and deep reds are they;
onto a beauteous path harmony thou leadest,
where waterfalls sing their hymns of appraisal.

germinate into green the sterile earth –
equiponderat’d new life against decay.

wash the macrocosm with morning dew –
aurora of the waterfalls’ encircling rainbows.

in the horizon the appearance of a blackening empyrean,
a furious whirling wind accompanied by skies of dusk.

in the lead – the pale horse – pulling a cart of dead deities –
the beautiful colors are drift’d away.

black asphodels ascend from the overcloudéd livid blossom;
completely covering acherontic the land that was thought everlasting.



Theatre Of Tragedy - Lament Of The Perishing Roses




Share:

Format Mp3 yang mulai Tergantikan



Mp3 adalah format yang lebih dekat di kalangan generasi yang hidup di awal era 2000an.

Kala itu adalah peralihan jenis rilisan fisik analog ke format musik digital. MP3 atau kepanjangan dari Motion Picture Experts Group Audio Layer 3, sebenarnya telah ada sejak 1980.


Kehadirannya sempat menjadi hal yang begitu berpengaruh pada cara orang mendengarkan musik. Adanya MP3 juga yang kemudian membuat Apple mengeluarkan salah satu produk andalannya, iPod.

Akan tetapi, waktu berganti. Membuka percakapan dengan tema berbagi MP3 tersebut mungkin tak akan terdengar lagi karena kini, format MP3 kini akan digantikan oleh AAC (Advance Audio Coding).

Hal ini tentunya tak hanya akan berpengaruh terhadap dunia digital, namun juga pada industri musik.

Menurut pengamat musik yang juga bekerja sebagai music director di sebuah radio swasta, Prita Prawirohardjo, industri musik memang akan selalu berjalan seiring seirama dengan teknologi dan evolusi yang dihasilkan oleh teknologi tersebut.

"Sebagai contoh, format kaset akhirnya digantikan oleh CD (compact disc), kemudian digantikan oleh format MP3, MP4, AAC, dan sebagainya," ungkapnya kepada detikHOT.

Ia melanjutkan, "Perkembangan teknologi mempengaruhi hampir semua industri secara signifikan, tidak hanya industri musik saja. Sehingga pada akhirnya yang bisa mengikuti hanyalah mereka yang mau mengeksplorasi teknologi ke tingkat selanjutnya".




Apakah Format AAC Lebih Baik Dibanding MP3?

The Frauhofer Institute, lembaga yang melahirkan MP3, memutuskan untuk tidak lagi meneruskan lisensi dari format tersebut. MP3 yang selama ini menjadi format yang menemani kita dalam mendengarkan lagu dianggap tak lagi relevan.

Advance Audio Coding atau yang disingkat dan dikenal sebagai AAC akan menjadi format digital pengganti dari MP3. Format ini dinilai memiliki kualitas yang baik dibandingkan dengan MP3.

Menurut pengamat musik yang kini juga bekerja sebagai music director di salah satu radio swasta, Prita Prawirohardjo, sebenarnya kualitas yang lebih rendah dari MP3 tidak terlalu bisa kentara di sebagian besar orang awam.

Akan tetapi, ia juga membenarkan bahwa memang AAC memiliki kualitas yang lebih diakui dan dianggap baik oleh pakar yang mengerti teknik.


"Untuk sebagian besar orang awam yang buta teknis dan tidak mementingkan kenikmatan mendengarkan musik dengan kualitas terbaik, mungkin tidak ada bedanya mendengarkan musik dengan format MP3 atau AAC, meskipun kualitas AAC dianggap lebih baik oleh pakar," ungkapnya kepada detikHOT.

Prita juga memaparkan sebenarnya format AAC bukanlah barang baru. Kehadirannya telah ada dan menjadi salah satu menu formatdi iTunes dan Apple Music.

Jika perpindahan dari format MP3 ke AAC benar-benar terjadi, bagi Prita, hal ini akan menjadi masalah bagi mereka yang telah mengoleksi musik dengan format MP3 dalam jumlah besar.

"Tentunya mereka harus memindahkan koleksinya menjadi format AAC," ungkap Prita.

Diakui Prita, format AAC memang memiliki kualitas audio yang lebih baik. "Meskipun saya sendiri biasanya tetap memindahkan format AAC ini ke format MP3 karena pertimbangan storage atau ruang penyimpanan di perangkat pemutar musik saya, yaitu iPod," katanya lagi.

Jadi, Bagaimana ? yakin sudah siap berganti dari kebiasaan menggunakan MP3? 





Say Good Bye For Mp3 ?

Mungkin, Kini adalah saat yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal kepada MP3. Sebab format musik digital itu akan benar-benar hilang.

The Fraunhofer Institute, lembaga yang melahirkan MP3, seperti yang dirilis NME, Selasa (16/5/2017) memutuskan untuk tidak lagi meneruskan lisensi format tersebut. Pihaknya menganggap MP3 sudah tidak lagi relevan untuk saat ini.

Sebagai gantinya, ada format digital lainnya, seperti AAC (Advanced Audio Coding). Format ini dinilai jauh memiliki kualitas yang baik dibandingkan MP3.

"(AAC) dapat menghadirkan lebih banyak fitur dan kualitas audio yang lebih baik pada bitrates yang lebih rendah dibandingkan MP3," ungkap perwakilan lembaga itu.

Dengan berhentinya format MP3, dampak kepada dunia musik justru cukup besar. Akan tetapi, untuk layanan musik digital dikabarkan tidak akan terkena dampaknya karena kebanyakan sudah menggunakan format musik yang lebih modern.

Terlebih, berdasarkan riset yang dilakukan Audio Engineering Library, kompres terhadap musik di format MP3 memberikan energi yang negatif. Apa lagi, MP3 juga dinilai menjadi biang mudahnya penyebaran ilegal sebuah karya musik.

Lantas, apa tanggapan pembaca terhadap hilangnya MP3? 
Share:

Apa Itu Gothic ?




Apa itu gothic sebenarnya?

Mendengar kata Gothic  maka di benak kita adalah kumpulan orang yang mengenakan pakaian serba hitam, dandanan serem kayak setan, pake simbol pentagram atau heartagram, lagu metal-metalan, depresi, memuja setan, Marilyn Manson, Evanescence. Atau, ingetnya kaum barbar Visigoth yang menyerang benua Eropa.

Gothic yang kita kenal selama ini di beberapa band-band sebenernya adalah sebuah subkultur penggemar musik.

Gothic yang dibahas ini sebenernya ngga ada sangkut pautnya ama Visigoth.
Bahkan band-band yang digembar-gemborin media sebagai gothic kayak Evanescence, Marilyn Manson, Nightwish, HIM, Nine Inch Nail, Slipknot, My Chemical Romance, Lacuna Coil, Within Temptation, Korn, dll sebenernya BUKAN artis Gothic sama sekali. Bahkan orang-orang dalam subkultur Gothic nggak pernah mengakui mereka.

Penampilan sih iya....tapi kalo dari segi substansi musik dan lyrics, dianggap jauh sekali. Kalo ane browsing2 situs2 Gothic, Evanescence bisa dibilang cuman sedikit gothic aja. Kenapa Evanescence (dan terutama My Chemical Romance) nggak diakui? Salah satu alasannya adalah lagu2nya terlalu emosional dan depresi, sehingga memberi image seolah-olah Gothic itu kaumnya isi orang depresi, bosan hidup dll

Apa Itu Gothic?
Masih bingung ?
Beberapa band Gothic pertama selain Bauhaus adalah : Siouxsie and the Banshees, Joy Division, The Sisters of Mercy, The Damned, dan Fields of the Nephilim.

Subkultur Gothic lahir di Inggris tahun 80-an setelah kematian post punk. Diambil abunya, lahirlah Gothic. Itulah kenapa baju hitam dll sebenarnya masih pengaruh post-punk. Subkultur Goth diawali lagu Bauhaus Bela Lugosis Dead, yang dicirikan atmosfer kelam dan efek reverb gitar. Mula-mula istilah Goth hanyalah olok-olok media terhadap Bauhaus dan band-band sejenisnya yang saat itu lagi populer, tapi malah dari istilah itu lahirlah subkultur baru yang menggantikan Post-Punk, yaitu Gothic.
Baju yang menjadi favorit Gothic disamping hitam adalah korset, sarung tangan jala yang bolong di bagian jari, stoking jala, dan sepatu combat boots. Kaum ceweknya, kadang-kadang alisnya dicukur habis terus dilukis-lukis sendiri sama mereka. Eyeliner dan eyeshadow gelap juga dipake.

Dari waktu ke waktu, subkultur Gothic berkembang. Muncul pemahaman kalau menjadi seorang Gothic itu nggak hanya mendengarkan musiknya, tapi juga menghargai keindahan dalam kematian dan dark arts di mana orang-orang umumnya menghindarinya. Dan satu lagi, Gothic bukanlah subkultur yang terdiri dari orang-orang depresi. Orang-orang dalam scene ini justru menikmati hidup dengan cara mereka sendiri. Berpakaian hitam adalah cara mereka mengekspresikan diri, bukan karena mereka ingin bunuh diri, suka membunuh orang, atau depresi.
Bahkan, agan nggak mesti baju hitam2 untuk menjadi seorang Gothic. Banyak penganut Gothic yang suka berpakaian warna-warni di kehidupan sehari-hari dan itu nggak membuat mereka dipecat dari subkultur tersebut. Definisi Gothic kan, subkultur dari penggemar musik Gothic. Bukan subkultur sekedar orang berbaju item.

Karena Gothic adalah subkultur berbasis musik, subkultur ini terbuka bagi semua orang dari setiap agama dan ras. Tapi yang jelas, ga ada kaitan antara Gothic sama agama, karena Gothic emang bukan agama. Jadi salah banget mitos kalo Gothic itu memuja setan dan minum darah.
Musik dan Band-Band Gothic
Seseorang nggak dianggap Gothic sampai mereka mendengarkan musik Gothic. Sebab Goth adalah subkultur yang berbasis penggemar musik ini.
Ente bisa aja pake baju item satu mall, pake eyeliner sekilo sampe pocongkkkkkkkk pun kabur liat muka ente, tapi ente belum jadi Gothic kecuali ente mendengarkan musik Gothic yang sebenarnya. Kalau ente punya Goth mindset, pake baju Gothic, dan membaca literaturnya, itu nilai plus.
Tapi janganlah juga memaksakan diri untuk mendengarkan musik yang nggak ente sukai demi jadi gothic. Menjadi Gothic berarti juga menikmati hidup. Dengarkan musik apapun yang ente sukai, Gothic dan bukan.
Pergilah ke setiap website dan forum Goth dan itulah yang agan2 dapat. tapi itulah norma tak tertulis yang berlaku dalam subkultur Gothic.
Gothic sebenernya bukan nama aliran musik. Musik dan band-band Gothic bisa berasal dari genre metal, elektronik, rock, sampai folk song, new age, dan ambient pun bisa. Jadi salah mitos kalo semua band metal pasti Gothic.
tidak ada ketentuan khusus seperti apa musik yang disebut Gothic dan masuk subkultur ini. Hanya saja ada beberapa ciri tersendiri, bisa salah satu atau semuanya : banyak memakai efek reverb dalam gitar atau sound effect, memiliki atmosfer musik kelam dan dalam, memiliki lyrics lagu yang kontemplatif dan menghargai keindahan dalam kegelapan, punya lyrics lagu yang berdasarkan cerita pagan atau mitos , mendasarkan aransemen pada musik-musik Eropa abad pertengahan, dan banyak didengarkan oleh penganut Gothic. Kebanyakan band Gothic di Eropa lahir dari perusahaan rekaman di Jerman bernama Projekt.

Daftar beberapa musisi yang udah diakui subkultur Gothic :
The Cure (rock), Dead Can Dance (etnik), Qntal (new age/medieval), Autumns Grey Solace (ambient/shoegaze), Corvus Corax (medieval), Emilie Autumn (Victorian industrial), The Cruxshadows (dugem), Helium Vola (Latin dugem), Sol Invictus (folk song), Faun (medieval/elektronik/new age), Lycia (ambient), Rising Shadows (Celtic), Inkubus Sukkubus (pagan rock)
Beberapa musisi yang dianggap mendekati Gothic dan banyak disukai subkultur ini :Theatre of Tragedy, Loreena McKennit, Enya, Tori Amos, Stevie Nicks., Siouxsie Sioux (bacanya Susie Sue), Emilie Autumn,

Sekarang silahkan dengarkan jenis musik yang sedikit beda. (Mungkin buat agan-agan yang udah khatam ama musik jenis Enya atau Dead Can Dance nggak bakalan kaget sama beberapa lagu di bawah ini).

Level 1 : paling bersahabat di telinga.
1. Emilie Autumn  Marry Me (lagunya lucu...nggak disetel nyesel!)
2. Faun  Von Den Elben (folk song, membikin hati sangat damai dan tenang....)
3. Lycia  Asleep in the River (slow dan mellow dengan iringan gitar akustik)
4. Inkubus Sukkubus  Heart of Lilith (anggaplah band Gigi dengan vokalis cewek)

Level 2 : kalo telinga agan udah toleran ama yang di atas ane tantangin ama yang ini...
1. Dead Can Dance  The Spiders Stratagem
2. Qntal  All For One
3. Helium Vola Omnis Mundi Creatura (Latin dugem)
4. Diva Destruction  Broken Ones
5. Corvus Corax  Tourdion (lagu Eropa abad pertengahan, ngebeat bangget)

Level 3 : kalo udah lolos level 1+2 ayo ane tantangin lagi ama yang lebih ini....
1. Rasputina  Transylvanian Concubine (cello rock)
2. Bauhaus  Bela Lugosis Dead (lagu yang mengawali kelahiran subkultur Gothic. Ini harus didengerin dengan headset karena banyak sound effects samar-samar)
3. Lycia  Give Up the Ghost (dark ambient)
4. Type O Negative  black nuumber one

Para Penganut Gothic
Para penganut Gothic punya festival sendiri. Yang populer adalah Whitby di Inggris dan Gotik Treffen di Jerman. Di negara-negara dimana subkultur Goth populer, ada banyak Goth Club dimana para Goth bisa clubbing.
ada 3 istilah yang bedain Gothi ama wannabe : babybat, mallgoth, dan poseur. Babybat = orang yang baru masuk subkultur Gothic alias newbie. Sedangkan poseur = wannabe, orang yang ngaku-ngaku gothic padahal denger musiknya aja enggak, tahu sejarah atau subkulturnya juga enggak, cuma modal baju item-item dan eyeliner tebel doang trus ke mana-mana membual eh liat, gue gothic nih gan!.
Sedangkan mallgoth adalah orang yang (biasanya goth poseur) pengen bergaya gothic untuk jadi pusat perhatian. Ciri mallgoth yang paling jelas adalah wajah yang diputih sedemikian rupa kayak cat tembok dgn riasan The Crow yang dipadu dengan kaos T-shirt hitam bergambar seram-seram kayak tengkorak bertanduk, pentagram, atau band mainstream yang dianggap gothic padahal enggak. (setahu ane sih Gothic yang asli juga memucatkan wajah mereka pake warna putih kayak cat tembok....tapi hanya pas festival doang dan nggak di luar itu).



Share: